Kamis, 21 November 2013

Mitos tentang Android

Sering hang, banyak virus, sulit dioperasikan,merupakan salah hal yang ditakuti para calon pengguna Android. Apakah ketakutan itu fakta, atau sekadar mitos belaka?

Pertumbuhan Android bukan tanpa tantangan. Sejak kemunculannya,sistem operasi 'robot hijau' ini kerap mendapatkan kritikan dari pesaingnya.Sejumlah teror pun disebarkan. Pun begitu Android tetap tumbuh.Bahkan menurut catatan IDC hingga saat ini Android sudah mendominasi sistem operasi smartphone dengan pangsa pasar lebih dari 80%. Meski demikian masih banyak mitos-mitos yang masih menghantui para calon pengguna Android,atau bagi yang sudah memiliki ponsel terebut.Berikut adalah sejumlah mitos yang paling sering ditakuti pemiliki Android.

Ini dia 5 Mitos (mungkin keliru) tentang Android

1. Pakai Android itu ribet

Perangkat Android terkenal memiliki antarmuka yang bisa diubah-ubah, tapi terkadang hal itu justru dianggap menyulitkan para pengguna.Steve Ballmer, CEO Microsoft,bahkan pernah mengkritik tampilan Android yang dianggap membingungkan. Kalah canggih dengan Windows Phone yang mereka banggakan.
"Anda tak perlu menjadi ahli komputer untuk menggunakan Windows Phone, itu hanya untuk pengguna ponsel Android," sindir Ballmer. Faktanya, tampilan Android kini kian bersahabat. Ditambahkan sudah banyak vendor yang melakukan kostumisasi agar memudahkan navigasi para penggunanya. Contohnya soal akses cepat ke aplikasi kamera saat ponsel sedang terkunci. HTC Sense termasuk salah satu interface yang pertama kali menyediakan opsi tersebut, kini fungsi itu nyaris bisa ditemui di semua smartphone.

2. Android butuh Task Killer
Untuk menjaga agar performa ponsel tidak menurun maka banyak anggapan bahwa pengguna harus menggunakan task killer pada Android. Itu tidak selamanya benar. Android sudah mempunyai mekanisme untuk menjaga agar aplikasi yang berjalan di belakang layar bisa beroperasi tanpa mengganggu sistem. Lagi pula Android terkini sudah built-in 'pembersih' memori. Mitos soal aplikasi task killer yang bisa menghemat baterai juga dianggap tidak benar. Pasalnya,saat berjalan aplikasi tersebut justru termasuk program yang
paling banyak mengkonsumsi energi.

3. Android gampang kena Virus
Virus untuk Android memang benar nyata, ancaman pun sudah ada di depan mata. Tapi ini bukan karena Android mudah diserang,melainkan sudah menjadi sistem operasi smartphone yang paling populer.
Sebenarnya ada beberapa cara agar terhindar dari serangan program jahat di Android,misalnya tidak melakukan instalasi dari sumber yang tidak jelas.Google sendiri sudah melakukan pengamanan dengan memeriksa izin aplikasi yang ingin diinstal. Di sini tinggal kebijaksanaan pengguna untuk tetap melanjutkan proses instalasi atau tidak.

4. Tiap Android itu sama saja
Banyak anggapan bahwa seluruh ponsel Android itu sama, baik yang dikelas murah hingga yang ada di level premium. Tapi nyatanya tidak demikian.Google telah melakukan optimalisasi agar Android bisa dijalankan di berbagai spesifikasi ponsel, tapi bukan berarti semua fitur yang dijejali sama saja.Selain fitur yang berbeda,rasa menggunakan Android di tipe yang berbeda sudah pasti tidak sama.Contohnya menggunakan Galaxy Pocket dengan dengan Galaxy S4,pasti berbeda bukan?

5. Sering nge-lag dan Crash
Hingga kini ponsel Android dituding sering mengalami masalah, mulai dari yang gejala lag sampai aplikasi yang sering crash.Mungkin itu dulu, tapi sekarang sudah tidak lagi.Pelan-pelan Google mulai memperbaiki Android, dan versi Jelly Bean sudah banyak berbeda dengan versi sebelumnya. Gejala lag dan aplikasi yang sering crash pun sudah jarang ditemui.Bahkan kini sebaliknya, menurut laporan Forbes, aplikasi pada iOS 6 terbukti lebih sering crash dibandingkan pada Android Jelly Bean.

Nah, itu adalah secuil mitos yang banyak dikhawatirkan para pengguna Android.Masih adakah mitos yang terlewat?

Sumber: detik.com

Selasa, 08 November 2011

Perbaikan I/O Error

Peralatan yang mengalami I/O error
adalah kesalahan yang terjadi sebagai
akibat penggunaan perangkat
periferal seperti printer atau hard
drive eksternal. I/O berarti input atau
kesalahan output yang disebabkan
oleh driver yang sudah usang atau
belum diaktifkan.
Driver perangkat adalah komponen
yang diperlukan untuk memungkinkan
sistem Anda beroperasi untuk
mengontrol dan berkomunikasi
dengan perangkat periferal. Ketika
perangkat I/O terjadi Kesalahan PC
Anda tidak mampu untuk mengatur
perangkat lunak yang diperlukan
untuk mengkonfigurasi device driver
dan mengoperasikan unit perifer.
Cara Perbaiki Peralatan yang I/O
Error
Ada banyak faktor yang berbeda yang
dapat menyebabkan Perangkat I/O
error sehingga Anda dapat mulai
menemukan masalah melalui
beberapa langkah pemecahan
masalah dasar. Hal terbaik adalah
mulai dengan dasar-dasar untuk
menyingkirkan beberapa masalah
sebelum Anda melakukan metode
yang lebih maju untuk memperbaiki
kesalahan.
1. Cari Perangkat: Untuk mencari
perangkat yang menyebabkan
kesalahan, klik pada “Start” pada
toolbar utama dari desktop anda dan
kemudian pilih “Control Panel” dari
menu. Ketika Control Panel terbuka,
pilih “Performance and Maintenance”
dan pilih “System. ” Ketika jendela
terbuka pilih “Hardware” dan
kemudian klik pada “Device Manager.”
Cari perangkat yang memiliki “x”
merah ditandai di atasnya. Klik pada
tab “General” dan kemudian pilih
“Enable Device” dan klik “OK .” Jika
masih ada kesalahan lanjutkan untuk
klik pada “General” dan kemudian
pilih “Troubleshoot” dan klik “OK.”
2. Update Driver: Jika masih ada
kesalahan setelah Anda menjalankan
troubleshooter, pilih tab Driver, lalu
klik “Update Driver.” Setelah driver
diperbarui melakukan tes.
3. Periksa CD: Jika Anda masih
mengalami masalah memeriksa CD
untuk melihat apakah perlu
pembersihan. Jika CD telah puing-
puing di atasnya ini akan membuat
Kesalahan I / O. Juga menguji CD
pada komputer lain untuk memastikan
tidak ada masalah dengan drive CD
anda.
4. Update Sistem Operasi: Pastikan
update terbaru untuk sistem operasi
Anda telah didownload karena
update baru dapat membantu
memecahkan masalah seperti
kesalahan drive dan konflik lainnya.
5. Periksa Koneksi: Periksa semua
hubungan antara hard drive anda
dan compact disk dan mencoba dan
kemudian menghubungkan kembali
melumpuhkan mereka. Kadang-
kadang ini akan membantu untuk
menghapus beberapa gangguan
dalam koneksi.
6. Periksa Website: Periksa website untuk
produsen driver untuk melihat apakah
mereka mendiskusikan konflik dan
bagaimana mengatasinya. Ini akan
membantu Anda mengidentifikasi
konflik Anda mungkin telah diabaikan
selama proses pemecahan masalah.

sumber: dunia komputer
Published with Blogger-droid v1.7.4