Tampilkan postingan dengan label Trik Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik Komputer. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Instal Windows XP dari Flash Disk (Membuat bootable UFD)

Saat ini sedang booming laptop mini yang belakangan sebagai dikenal dengan "Netbook" dengan layar mulai 7" sampai dengan 10,2",yang menurut produsennya sangat portable dan goodlooking,boleh dikatakan keren!.Memang demikian adanya,produk baru ini langsung menguasai pasar notebook kelas menengah ke bawah.Vendor-vendor ternama saling bersaing untuk memamerkan produk inovatif ini,mulai dari Acer,Asus,MSI,Lenovo,Sony,LG,Samsung,Axioo,bahkan vendor lokal seperti Advan pun gencar memperkenalkan Netbook keluaran barunya.Tidak ketinggalan vendor ponsel kenamaan seperti Nokia juga tertarik merambah pasar netbook ini,kabarnya Nokia akan menggandeng Elite Group dalam proyek netbook mereka.
Terlepas dari fenomena netbook,timbulah suatu kendala serius,terutama untuk instalasi Operating System (OS) baru,jika OS lama error,atau pada paket penjualannya tidak menyertakan OS.Ini dikarenakan netbook tidak dilengkapi (lengkapnya tidak muat) oleh optical drive CD/DVD.Namun kendala ini bisa di atasi dengan menggunakan optical drive external USB.Tetapi masalahnya harga CD/DVD ROM external tidak murah,paling rendah 500-an ribu rupiah.(kecuali ada yang mau meminjamkan kepada kita untuk proses instalasi OS he..he..).
Jangan putus asa atau nekad menjual netbook Anda!Trus ribut anak atau isteri..yang tidak rela netbooknya dilego..
Ada alternatif koq,karena USB Flash Disk (UFD) bisa digunakan untuk instalasi.Syaratnya UFD tersebut harus bootable dan netbooknya juga bisa booting dari removable disk (RD).Untuk membuat UFD bootable dan mengcopy installer OS ke UFD,berikut adalah jurus-jurus nya:

PERSIAPAN:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive CD/DVD dan port USB yang bisa bekerja dengan baik.

2. Sebuah UFD dengan kapasitas 1 sampai 2 GB,yang penting mampu untuk menampung copy-an installer OS semisal Windows XP.

3. CD installer OS,misalnya Windows XP (orsi atau bajakan ga' penting)

4. Aplikasi pembuat modul instalasi yaitu: USB_PREP8 dan PEtoUSB,yang bisa diunduh gratis di http://www.sendspace.com/file/7n781n (kalo ga bisa cari saja di Google ).

CARA PEMBUATAN MODUL:

1. Tancapkan UFD ke port USB,ingat bila perlu catat posisi drivenya; F,G,H..dsb,tergantung jumlah partisi drive komputer Anda (bukan di netbook lho..)

2. Masukan CD instalasi Windows XP ke drive CD/DVD,sebaiknya autorun komputer dimatikan agar tidak menjalankan instalasi otomatis.

3. Unduh dan ekstrak seluruh isi aplikasi pembuat modul instalasi,semisal ke folder C:\USB

4. Buka folder tempat Anda menaruh file hasil ekstrak tadi,misal di C:\USB

5. Jalankan file bernama "usb_preb8 .bat"maka di jendela command prompt berisi beberapa line perintah,jika muncul tulisan "press any key to continue.." tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda untuk memformat UFD Anda.Tak perlu mengubah setting apapun,langsung klik start untuk mulai memformat.Jawab konfirmasi yang muncul sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai,tutup jendela PEtoUSB (tetapi jangan menutup jendela command prompt yang tadi terbuka ketika menjalankan usb_prep8.bat),di layar akan muncul opsi 0-5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flashdisk.Tentukan di mana tempat file instalasi Windows XP,pilih optical drive karena tadi sudah dimasukan CD instalasi.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok UFD,misal di drive F:,maka ketik F dan tekan enter.

10. Pilih opsi 4 untuk memulai pembuatan modul instalasi yg nantinya akan disalin ke UFD secara otomatis.Jawab apapun konfirmasi yang muncul dengan Y atau Yes atau OK.
Selesai..!
Kini Anda telah memiliki flashdisk yang siap digunakan untuk instalasi Windows XP di netbook kesayangan Anda.Silahkan lakukan setting pada BIOS netbook Anda,dan pilih UFD sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
Saya pernah mencoba cara ini karena saat itu (sampai sekarang) laptop saya mengalami kerusakan pada optical drive CD/DVD,sedangkan saat itu mengharuskan saya untuk instalasi ulang OS Windows XP.Setelah browsing menggunakan Opera Mini ponsel,saya akhirnya menemukan trik di atas.
Semoga bermanfaat.

Selasa, 08 September 2009

Setting Wi-Fi Laptop

Untuk mensetting wireless/hotspot di komputer/laptop kamu, ikuti langkah2 ini:
1. Periksa komputer/laptop kamu apakah driver wireless telah terinstall apa blom.
2. Cara checknya Menu – Run, ketik devmgmt.msc , seperti gambar di bawah:

 
3. Kalau belum seperti gambar di atas, install dahulu ya drivernya (biasanya ditandai dengan tanda tanya bewarna kuning kalo drivernya blom terinstal)
4. Pilih Control Panel – Network Connection, klik dua kali pada pilihan koneksi wireless network connection.
Pada menu samping kiri, pilih refresh network list, sehingga akan muncul daftar dari jaringan wireless yang ada dalam jangkauan
Koneksi wireless dibagi dalam dua kelompok, unsecured dan secured. Pada unsecured laptop kita akan otomatis terdaftar menggunakan IP dinamik, sedangankan pada secured kita diharuskan registrasi terlebih dahulu ke admin jaringan untuk mendapatkan IP .
Pilih salah satu yang unsecured -jika ada- dari daftar pilihan koneksi wireless yang tersedia, kemudian tekan tombol connect pada bagian kanan bawah


5.Jika connect, pada icon tray Windows, akan muncul icon wi-fi yang menyala hijau dilengkapi dengan kualitas kekuatan sinyal wi-fi yang diterima yaitu Excellent (54 Mbps), Very Good, Good,Low, Poor
Untuk melihat status koneksi, klik dua kali pada icon tersebut maka akan muncul jendela status dari koneksi wireless tersebut.
6.Coba klik icon wireless yang terdapat pada menubar sebelah kanan bawah komputer/lapotop.
Semoga bermanfaat..




Selasa, 25 Agustus 2009

Membuat Worm Mematikan

WARNING : GUNAKAN UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN, BUKAN UNTUK MERUGIKAN ORANG LAIN


Bro ... Kamu pasti inget dengan virus worm yang sempat menghebohkan Tampilan awal program Vbs WGinternet beberapa waktu yang lalu : Anna Kournikova. Worm yang menginfeksi Windows beserta Outlook Exressnya, akan mengirim sendiri pesan virus ke seluruh email yang terdapat pada address book.

Sebenarnya untuk membuat worm semacam itu kamu tidak harus menjadi seorang programmer handal. Cukup bisa njalanin komputer dan punya softwarenya. Lalu apa softwarenya ? VBS Worm Generator !! Dengan program yang dibuat oleh hacker Argentina berusia 18 tahun itu kamu dapat membuat virus yang sama dahsyatnya dengan Anna Kournikova, cukup dengan melakukan beberapa klik.

Program VBSWG memungkinkan kamu untuk membuat worm dengan nama sesukamu. Kamu juga bisa memilih efek dari worm tersebut, seperti misalnya menampilkan pesan atau memaksa seseorang untuk menuju situs tertentu. Akibat yang paling parah tentunya jika worm tersebut kamu setting supaya membikin crash komputer.

Kemampuan lain dari VBSWG adalah melakukan enkripsi terhadap source code worm yang dibuat. Kemampuan lainnya bisa kamu coba sendiri :-) Pokoknya cukup hebatlah program ini.

Tapi seperti yang dikatakan oleh pembuatnya, VBS Worm Generator hanya boleh digunakan untuk belajar, bukan untuk merugikan orang lain. Untuk itu jika Anda memang berniat mencobanya, ingat-ingat peringatan tersebut.

Atau gunakan search engine http://www.google.com dan masukkan keyword vbswg2bfix.zip, Vbswg2B.zip, worm generator, dan keyword semacamnya



sumber : www.klik-kanan.com

Senin, 24 Agustus 2009

Mitos Windows XP (Percaya atau Tidak)

KARTU MATI - Mitos dan Fakta tentang Windows XP

Tidak setiap tips yang dipublikasikan benar-benar membawa peningkatan kecepatan atau kinerja. Beberapa di antaranya bahkan menghasilkan efek sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa 'kekeliruan' penting yang beredar.

Mengoptimalkan L2-cache

Mitos:
Dalam setting standar, Windows XP mampu mengelola maksimal 256 KB dari L2-cache yang terintegrasi dalam CPU. Melalui registry-tweak Anda dapat meningkatkan nilai tersebut dan Windows menjadi lebih cepat.

Fakta:
Saat boot, bagian inti sistem operasi yang disebut sebagai Hardware Abstraction Layer (HAL) akan memeriksa kapasitas L2-cache yang tersedia di CPU lalu menyampaikannya kepada Windows. Jika ukuran cache tidak dapat diketahui—apa pun alasannya—Windows XP akan menetapkan nilainya ke 256 KB. Ini sebabnya mengapa Windows menjadi lamban. Semua CPU sejak Pentium II sudah mendukung pemeriksaan L2-cache oleh HAL. Intel menyebut fungsi ini sebagai 'Associative L2-cache Design'. Pada CPU lama, registry-tweak sama sekali tidak berguna karena besarnya L2-cache lebih kecil dari 256 KB.

Memperbesar IOPageLock dalam registry

Mitos: 
 Inti sistem operasi mendapat lebih banyak RAM jika nilai IOPageLock diperbesar. Akses ke registry ini mempercepat Windows karena perintah dapat diambil lebih cepat dari RAM.

Fakta:
Tips ini memang berfungsi pada Windows NT4 dan Windows 2000 keluaran awal. Namun, dengan adanya Service Pack 1 untuk Windows 2000, Microsoft sengaja menghapus fungsi tersebut. Ini dikonfirmasikan oleh Jamie E. Hanrahan—salah seorang pengembang kernel—di website www.cmkrnl.com. Kesimpulannya, tips ini tidak ada efeknya pada semua sistem Windows 2000 sejak SP1.

 

RAM yang kosong mempercepat Windows

Mitos:
Jika RAM secara teratur dikosongkan dengan sebuah file batch atau RAM-tool, Windows akan bekerja jauh lebih cepat dan lancar.

Fakta:
Windows sering menyimpan file sementara yang masih dibutuhkannya dalam RAM. Jika RAM terus menerus dibersihkan, Windows terpaksa menyimpannya di hard disk. Karena akses ke hard disk perlu waktu lebih lama, Windows bukannya menjadi lebih cepat, malah lebih lambat.

 

Shutdown Windows sebelum mematikan PC

Mitos:
Hal-hal buruk akan terjadi jika Anda mematikan PC tanpa men-shutdown Windows. Hard disk bisa rusak, kehilangan data, atau koneksi ke jaringan tak lagi berfungsi setelah restart.

Fakta:
Jika Anda mematikan PC ketika hard disk sedang bekerja, Anda memang mendapat file yang tak dapat dibaca karena belum tuntas ditulis ke hard disk. Data baru yang belum sempat tersimpan akan hilang. CHIP melakukan crash-test dengan mematikan begitu saja sebuah PC Windows XP Home berkali-kali. Banyak aplikasi seperti Word dibiarkan terbuka, koneksi jaringan dan Internet juga belum diputus. Ternyata PC tetap berfungsi tanpa masalah.
Jika koneksi ke jaringan tidak lagi berfungsi, yang rusak adalah file konfigurasi Windows yang kemungkinan sedang terbuka ketika PC dimatikan bukan hardware-nya. Kesimpulannya, mematikan PC begitu saja tidak merusak hardware seperti hard disk atau LAN-card. Namun, proses shut down yang benar akan menjamin data Anda tidak rusak.

Jika RAM besar, cache juga harus diperbesar

Mitos: 
 Jika RAM Anda lebih dari 512 MB, perbesar nilai entri registry 'DisablePaging Executive' dan 'LargeSystemCache' untuk meningkatkan performa sistem.
  
Fakta:
Itu tidak benar. Kedua entri ini adalah untuk menetapkan sesering apa Windows menyimpan perubahan pada file-file sistem dan sejenisnya secara otomatis pada hard disk. Bila jumlah akses ke hard disk dikurangi, data akan tersimpan lebih lama dalam RAM. Akibatnya, sebagian besar RAM tidak lagi tersedia bagi aplikasi dan layanan sehingga mereka menjadi lebih lamban karena harus selalu menunggu hingga tersedia RAM yang dibutuhkan. Server jaringan dengan Windows 2000 Server memang menjadi lebih cepat karena sistem pengelolaan RAM-nya berbeda, tetapi pada Windows versi lain akan berdampak sebaliknya..

Scanner Eropa lebih lambat

Mitos: 
 Pemerintah di beberapa negara Eropa menggolongkan scanner cepat sebagai copier. Daripada harus mengeluarkan biaya hak cipta untuk copier, produsen lebih suka memberikan driver scanner yang diperlambat. Instalasi driver asli akan membuat scanner menjadi lebih cepat.

Fakta:
Tidak sepenuhnya benar. Saat ini bea tambahan dikenakan pada semua scanner sehingga memperlambat driver tidak ada gunanya. Bagi pemilik scanner lama, mencoba driver asli mungkin masih ada gunanya.

Kesimpulan :
Semua tergantung keyakinan masing-masing,saya menggunakan Laptop murahan bahkan bukan In**l,tapi saya merasa kecepatan komputer saya lumayan dengan dibantu beberapa modifikasi di registry dan dukungan tweaking yang sesuai.

Coba Menangkal Virus Asing/Baru

Tool: Secure PC Project terbaru

Scanner virus biasa mengidentifikasi virus dengan bantuan database signature. Selain melalui signature, freeware Secure PC juga dapat mengenali virus dari perilakunya. Dengan demikian, Anda juga dapat menangkal virus yang tidak dapat dikenali oleh scanner biasa karena belum ada signature-nya. Selain itu, Secure PC juga mampu melakukan 'undo' atas serangan hijacker yang telah terjadi.
Image
Lebih aman: Secure PC Project mengenali virus bukan berdasarkan signature, melainkan dari perilakunya.
 Download tool dari http://securepc. planet-source.de/project. Sebelum proses instalasi, Anda perlu melakukan registrasi ke pembuatnya (gratis). Sayangnya, tool bagus ini baru tersedia dalam versi Bahasa Jerman. Namun, tidak usah kuatir. Anda tidak akan banyak berinteraksi dengan tool ini karena ia sepenuhnya bekerja otomatis. Anda tidak perlu mengubah apa pun pada preset atau melakukan scan ke hard disk seperti virus-scanner yang biasa. Satu hal lagi, instalasi tool ini memerlukan minimal .NET Framework v1.1 (atau versi terbarunya) yang dapat Anda download dari Microsoft.

Mengganti Boot Screen Standar

Tool: Resource Hacker

Layar pembuka Windows XP tidak mudah diganti karena terintegrasi dalam inti sistem operasi. Namun, dengan bantuan resource editor Anda dapat mengubah komponen inti secara individual dan mengganti layar pembuka.
Perhatian! Manipulasi pada inti sistem operasi dapat berakibat serius pada Windows. Backup semua data penting sebelum menjalankan tips ini.
Download tool Resource Hacker yang tersedia gratis di www.users.on.net/johnson dan install ke PC Anda. Jalankan Windows Explorer dan cari file 'ntoskrnl.exe' dalam folder 'Windows\ system32'. Buat salinan file dan beri nama 'nt_baru.exe'.
Sekarang Anda membutuhkan layar pembuka baru dalam format Bitmap 16 warna dengan ukuran 640 x 480. Jika diperlukan, modifikasi gambar dengan program pengolah gambar seperti Paint Shop Pro. Jika program pengolah gambar Anda menyediakan pilihan untuk menyimpan gambar bersama palet Windows, lakukan. Jika palet Windows ini tidak ikut disimpan, biasanya akan terjadi penyimpangan warna gambar.
Jalankan Resource Hacker dan buka file 'nt_baru.exe' melalui menu 'File | Open'. Pilih 'Action | Replace Bitmap' dan masukkan layar pembuka baru melalui tombol 'Open file with new bitmap'. Jangan lupa, pilih dulu bitmap yang akan diganti dalam Resource hacker. Klik 'Replace' dan simpan file. Tutup Resource Hacker.
Image
Logo boot baru: Dengan Resource Hacker Anda dapat mengganti layar pembuka Windows XP.
 Agar Windows XP dijalankan dengan layar yang baru dan jika perlu Anda dapat kembali ke Windows XP yang lama, manipulasi file start Windows. Klik kanan 'My Computer' dan buka 'Properties'. Dalam tab 'Advanced' klik 'Settings' di bawah 'Startup & Recovery'. Klik tombol 'Edit' untuk membuka file 'boot.ini', pilih baris start untuk Windows XP dan salin ke clipboard dengan menekan CTRL+C (di bawah teks [operating systems]). Paste perintah tadi di bawahnya. Tambahkan parameter berikut pada salinan baris perintah tersebut.
/Kernel=nt_baru.exe
Simpan file dan tutup Notepad. Selanjutnya restart Windows dan pilih entri start baru dalam menu boot. Kali ini layar pembuka baru yang akan ditampilkan. Jika Anda hanya ingin mengoperasikan satu partisi Windows, buka sekali lagi file 'boot.ini' seperti di atas. Hapus entri start yang lama. Untuk selanjutnya, versi Windows Anda yang secara otomatis akan dijalankan, tidak perlu dipilih manual dalam menu boot.
CHIP juga telah menemukan sebuah program bernama Boot Editor untuk memudahkan Anda dalam membuat logo startup. Anda dapat mendownloadnya di alamat http://www.belchfire.net/ ~userxp/indexbe.htm. Jika Anda berniat menggunakannya, saya menyarankan untuk membaca file Readme dengan seksama, karena penggunaannya cukup membingungkan jika belum terbiasa.